Berapa banyak Musik pop di Indonesia ?

Berapa banyak band Pop di Indonesia? Jawabannya: Banyak! Dari banyaknya band Pop Indonesia, berapa yang berkarakter? Jawabannya: sedikit. Itulah kesimpulan dari obrolan pemuda-pemuda yang berlagak jadi pengamat musik, di gardu pojok sebuah gang dekat pohon pisang. Dan kira-kira demikianlah gambaran band-band Pop tanah air yang bisa kita jelaskan dari tayangan televisi yang kita tonton sehari-hari.

Banyak sekali band-band Pop bermunculan. Bak jamur di musim penghujan, bak baliho para caleg di musim pemilu. Dan yang membuat saya bingung tujuh keliling, tak ada yang berbeda dari mereka. Semua terdengar sama. Konsep band serupa, tema lirik lagu serupa, harmoni musik serupa, bahkan dandanan rambut dan gaya berpakaian mereka juga serupa. Gaya rambut seperti itu disebut Mullet – meminjam istilah dari Pandji.

Mereka cari aman. Label cari aman, band juga cari aman. Mereka tidak mau ambil resiko dan gagal total di pasar. Lebih baik mengikuti yang sudah ada – mainstream, ketimbang create a niche or being different. Toh banyak band-band yang berhasil menjual casstte, CD, ring back tone dan juga live performance – Live Concert, ngisi Pensi, nongol di Inbox, nongol di Dahsyat, dan nongol2an – dengan musik dan penampilan seperti itu.

Seperti yang telah Pandji tulis di artikelnya dengan judul “How I Sold 1000 CDs in 30 Daysmicrophone“. Bahwa apa yang dilakukan band-band Pop Indonesia sekarang itu relevan kalau di industri musik Indonesia hanya ada sekitar 5 band yang berpikiran seperti itu. Tapi kalau ada lebih dari 1000 band berpikiran seperti itu, maka yang akan terjadi adalah munculnya 1000 band dengan musik, lirik dan gaya rabut yang sama. Dan setiap hari mereka bakal muncul di layar TV kalian, bisa dibayangkan?.

Dan akhirnya, bersiaplah jika mimpi menjadi ikon akan sirna karna ada banyak band-band Pop lain yang serupa. Bersiaplah jika mimpi menjadi legend akan hilang karna band Pop ini tak ada yang berbeda dari band-band Pop yang lain. Dan bersiap-siap lah untuk tidak seperti Slank dan Dewa yang mampu eksis lebih dari satu dasawarsa dengan tetap menciptakan karya-karya yang luar biasa karna semuanya sama.

Ilustrasinya adalah: Suatu ketika kalian sedang mengendarai mobil melewati sebuah peternakan dimana ada sekitar 100 sapi dengan warna corak pada tubuhnya hitam dan putih. Diantara semua sapi, ada seekor sapi yang warnanya ungu. Ketika anda sampai dirumah, sapi mana yang akan anda ingat? Being different is better than being better. Create a niche is cool than follow the mainstream.

Dipublikasi di Musik Pop | Meninggalkan komentar

pErkEmbaNgan mUsiK poP

Industri Musik Pop Indonesia

Kini Menoleh Kontes Band

Jakarta – Serunya penyelenggaraan kontes band pendatang baru atau independen (indie) belakangan ini, kemungkinan bakal mengubah arah/cara merekrut para A&R (artist & repertoire) di berbagai label rekaman Tanah Air.

Perkiraan macam begitu, sudah lebih dulu terjawab dengan realitas beberapa runner-up Dream Band (kontes band kerja sama TV7-majalah Hai) yang kini berada di bawah lindungan label bergengsi, seperti contoh utamanya, Kapten di EMI Indonesia. Lalu, keberuntungan serupa juga dialami oleh mantan Juara Utama “A Mild Live Wanted” regional Jawa Barat, Vagetoz yang beruntung langsung direkrut Sony BMG Indonesia.
Apa pun kini peraturan ketat bagi finalis utama dan pemenang utamanya, tetapi celah intaian para A&R pada peserta kontes band semacam “A Mild Live Wanted” (yang melahirkan d’Masiv), “KFC Music Hit List” (Juliette dan Antique), dan “LA Lights Indiefest” (VOX dan d’Rinos), bisa menjadi kemungkinan menarik, karena selera pasar publik muda semakin sulit dimengerti.
Nyaris rata-rata A&R sekarang ini, sekadar menduga-duga perputaran minat musik anak muda Indonesia. Jadi, apa salahnya, menjajal kemungkinan merekrut kontestan “yang kalah” atau “calon pemenang” terlebih dulu.
Maka guna mencegah kenyataan itu terulang lagi, Krisna J Sadrach selaku ketua dewan juri “A Mild Live Wanted”, sampai perlu menggiring setiap tiga besar Regional (sebelum konser final) agar menentukan pilihan mundur apabila band bersangkutan telah teken kontrak dengan label tertentu.
Sebab, kini hukumannya tak sekadar hilang hak juara (seperti Vagetoz tahun lalu), tetapi juga denda sebanyak Rp 50 juta.
Vokalis Gigi, Armand Maulana, mengatakan bahwa saat ini sudah berbeda zaman. “Pemusik band sekarang lebih mendapat tempat, apalagi dengan kontes-kontes macam begini. Tetapi pada dasarnya tetap sama, tetap harus melakukan usaha yang terbaik.
Bagusnya, kini mereka lebih didukung label yang mem-backup pemenangnya. Sebaliknya kesulitan mereka saat ini adalah band sudah begitu banyak,” komentar Armand.
Pemetik bas Anima, Eldy yang ikut berkomentar tentang tren kontes seperti “A Mild Live Wanted”, mengatakan grup band Anima pasti ikut apabila kompetisi semacam itu sudah ada dari dulu.
“Beda keadaannya. Dulu kami harus bergerilya di label indie, dan mencoba membuka pasar yang baru di wilayah Jayapura, Sorong, NTT sampai dengan Atambua, yang berbatasan langsung dengan Timor Timur,” kenang Eldy.
“Dulu kami juga ikut-ikutan festival band (yang tak janjikan masuk label), seperti yang pernah pula dilakukan d’Masiv (pemenang utama “A Mild Live Wanted 2007”). Serta sering kali melewati tolakan dari label besar. Lagu ‘Bintang’ (yang kini laris sebagai nada dering ponsel) bahkan sempat hanya masuk album kompilasi,” ceritanya.

Kerja Keras
Kini nasib Anima jelas sudah berbeda, sejak mereka direkrut Sony BMG Indonesia sekitar dua tahun lalu dengan album bertajuk nama sendiri, yang muatan 80 persen terdiri dari lagu-lagu “masa lalu yang dulu ditolak label besar”, ditambah empat lagu baru.
Sebentar lagi, Anima yang bergitaris baru, Robby dan ditambah personel kibordis, Jijil (dulu cuma pemain tambahan) akan masuk studio rekaman dengan 11 lagu baru, plus satu singel religius. Mereka mengaku sadar dengan bangkitnya kembali unsur musik rock di dunia pop Indonesia. Jadi, akan lebih bermain beat yang baru dan menyegarkan.
Kerja keras dan selalu mengedepankan ide fresh, memang juga disarankan Armand Maulana selaku senior, bagi band yang kemudian menjulang naik (dari kompetisi kontes ataupun perjuangan demo dan pentas keliling).
Hal penting itu pula yang selama ini dilakukan grup band Manusia (David, Acil, Didi, Billy dan Yusi). Para personelnya terus berjuang dan mengasah kemampuan bermusik dari panggung kafe, pentas kecil, hingga menjadi pemain tambahan untuk beberapa proyek pemusik dan artis penyanyi papan atas.
Kepentingan pasar juga dipahami Manusia di album kedua bertajuk Manusia Biasa yang diedarkan Warner Music Indonesia, setelah debutnya, “Manusia Baru” terbilang dulu bernada idealis. “Lagi musim duren, ya jangan jualan mangga,” ujar gitaris Billy, otak pencipta lagu-lagu Manusia yang juga bekerja sebagai instruktur di sekolah musik Yamaha Music Indonesia.
Sebagai kelompok band, Manusia tentu menyimpan harapan di antara kesukaan publik muda negeri ini yang tertumpu lebih pada grup band.
Namun, di balik demikian banyaknya grup band yang berkiprah di industri rekaman, malah membuat finalis “Festival Pop Singer Pelajar 2004”, Yanne Panca Wardhani tetap yakin untuk berkarier solo (daripada jadi vokalis band), dan melanjutkan tekadnya di album kedua bertajuk namanya sendiri yang mempercayakan lagu-lagu ciptaan Dewiq, Arie “Bias”, Baliyanto dan Ressa Herlambang.

http://irnawijayanti09.wordpress.com/2008/07/04/perkembangan-musik-pop/

Dipublikasi di Musik Pop | 1 Komentar

Perkembangan Musik Pop di Indonesia

Musik ini berkembang di Indonesia sekitar tahun 1960-an dan banyak digemari masyarakat khususnya kaum muda atau remaja. Grup musik pop sering disebut dengan sebutan band yang menggunakan peralatan elektronik atau modern. Instrumen yang wajib ada dalam bentuk grup sederhanannya antara lai, Drum, gitar melodi dan rhythm, piano, dan bass gitar.

Salah satu ciri musik pop adalah penggunaan ritme yang terasa bebas.dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass. Komposisi melodinya juga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan aksesori musik dan gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan pemahaman bagi para penikmatnya.

Musik pop dibedakan atas musik pop anak-anak dan musik pop dewasa. Musik pop anak umumnya memiliki bentuk yang lebih sederhana dan memiliki syair yang lebih pendek. Selain itu, komposisi musiknya tidak terlalu kompleks dengan rentan nada yang tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Tema syair musik pop anak-anak biasanya berkisar pada hal-dal yang mendidik, seperti mencintai orang tua, Tuhan, Sekolah, dan Tanah Air.

Sebaliknya, musik pop dewasa umumnya lebih kompleks dengan alunan melodinya lebih bebas dengan improvisasinya lebih banyak, namun ringan. Tema-tema syairnya pun lebih bervariasi, dari kehidupan remaja, percintaan, sampai masalah kritik sosial.

Beberapa musisi dan grup band pop indonesia antara lain, Titiek Puspa, Chrisye, Katon Bagaskara, Melly Goeslaw, grup band Peterpan, Ada Band, Kla Project dan sebagainya. Serta dengan artis indonesia antara lain, Kris dayanti, Ari laso, Ruth Sahanaya, dan lain-lain.

http://willa94.blogspot.com/2010/05/musik-non-tradisional-nusantara-musik.html

Dipublikasi di Musik Pop | 2 Komentar

Pop Rock

Pop rock adalah genre musik perpaduan dari Musik Pop dan Rock. Pertama kali dipopulerkan oleh Elton JohnPaul McCartneyThe Everly BrothersRod Stewart. Beberapa pihak mengklaim bahwa musik Power pop jatuh ke Pop rock juga.

Penyanyi dan Musisi

1970-an

Pada tahun 1970-an musik ini dipopulerkan oleh The Jackson 5Three Dog NightElton JohnDiana RossBee GeesFleetwood MacDonna SummerBilly Joel and Olivia Newton-Joh

1980-an

Pada tahun 1980-an, musik ini dikombinasikan dengan easy listening. Muncul musisi-musisi lain seperti Daryl Hall and John OatesStevie WonderMichael JacksonStevie Nicks and Phil Collins. Singel yang menduduki tangga lagu pertama tahun itu adalah lagu yanfg berjudul “Magic” dari Olivia Newton-John, disusul oleh “Sailing” oleh Christopher Cross, “You’ve Lost That Lovin’ Feelin'” oleh Hall & Oates, dan lain-lain.

1990-an

Di tahun 1990-an, musik pop rock dipengaruhi oleh musik Punk rock. Majalah Billboard mendefinisikan para musisi pop rock adalah sebagai berikut Robbie WilliamsAlanis MorissetteShakiraNo DoubtHansonGin Blossoms, dan DC Talk.

2000-an

Dipopulerkan oleh Avril LavignePinkBustedKelly ClarksonMcFly, dan Maroon 5.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pop_rock

Dipublikasi di Musik Pop | Meninggalkan komentar

Sejarah Musik Pop

Musik populer atau Musik pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial.

Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison, dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia. Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.


Dipublikasi di Musik Pop | Meninggalkan komentar

Musik Pop

Saat ini, aliran musik pop, rock, hip-hop, metal, R&B dan electronica dari Norwegia lebih populer dari tahun-tahun sebelumnya. Band dan artis seperti Röyksopp, Turbonegro, Serena Maneesh, Sissel, Annie, Madrugada dan Jaga Jazzist merupakan nama-nama terkenal di peta musik populer Norwegia. Dengan banyaknya jumlah band-band aktif lainnya dan perusahaan rekaman, maka akan lebih banyak hal terjadi di dalam peta musik populer Norwegia dibanding sebelumnya.

Norway memiliki peta musik rock yang besar dan aktif. Band yang menawarkan suara keras, seperti Kaizers Orchestra, Big Bang, Madrugada, Amulet, Serena Maneesh, Motorpsycho, Animal Alpha dan JR Ewing menempati posisi solid di Norway dan menjadi makin terkenal di luar negeri dengan kegiatan tur dengan sukses. Artis dengan musik yang lebih halus seperti St. Thomas,Thomas Sybdahl dan Ane Brun, serta kelompok band seperti Washington, Minor Majority, Salvatore dan White Birch, yang kesemuanya dipuji oleh kritikus musik luar negeri karena mereka ekspresif.

Musik pop Norwegia membanggakan diri karena memiliki sejumlah penulis lagu dan musikus dengan talenta tinggi, termasuk Bertine Zetlitz, Sondre Lerche Maria Mena dan Ephemera. Para artis muda yang menjanjikan adalah Marion Ravn, sebelumnya merupakan salah satu anggota duet M2M, dan saat ini menjadi penyanyi solo dan telah menandatangi kontrak internasional. Sementara anggota M2M lainnya, Marit Larsen juga berencana mengembangkan karir yang sukses. Sementara mantan personil kelompok musik a-ha masih unjuk gigi setelah hampir 20 tahun melalukan terobosan internasional, dan menikmati sukses dalam hal catatan penjualan dan pertunjukan langsung. Artis favorit Norwegia lainnya adalah Sissel, yang saat ini sedang berkonsentrasi untuk meningkatkan jumlah penonton internasional, dengan fokus utama ke pasar Amerika Serikat.

Peta musik electronica didominasi oleh nama besar diantara ekspor musik Norwegia: Röyksopp. Namun, Tromsø /Bergen tidak sendiri dalam menghasilkan musik electronica organic yang melodis dan hangat. Artis seperti Jagga Jazzist, Xploding Plastix, Ralph Myerz dan Jack Herren Band, Lindstrøm and Prins Thomas, Datarock, Flunk, Bermuda Triangle, Supersilent, Frost, Sternklang serta Bjørn Torske telah menghasilkan banyak rekaman dan menggelar pertunjukan secara berkala.
Hip-hop di Norwegia memiliki karakteristik bahasa Norwegia yang kuat, dengan nama-nama seperti Tungtvann, Klovner i Kamp dan Karpe Diem, serta pendatang baru yang mengambil inspirasi langsung dari pesisir pantai Timur Amerika dan termasuk didalamnya adalah Equicez, Paperboys, Warlocks dan Tee Productions.

Sejak dulu, aliran musik metal telah menjadi jenis musik terbesar yang diekspor. Band seperti Satyricon, Red Harvest, Dimmu Borgir, Enslaved dan Mayhem memiliki penggemar yang setia baik di Norway maupun di luar negeri, dan kalangan pers musik internasional menganggap kelompok band metal Nowergia sebagai salah satu yang terbaik.

Musik country/musik rakyat Norwegia juga menggetarkan, dengan pendapatan yang mengagumkan, festival terkenal dan penggemar setia. Artis berbahasa Norwegia seperti Henning Kvitnes dan Jonas Fjeld merupakan artis paling sukses di Norway, dengan angka penjualan rekaman yang tinggi serta kegiatan konser yang padat. Artis terkenal lainnya dalam jenis musik ini adalah Home Groan, International Tussler Society dan HGH.

Perusahaan rekaman dan studio seperti Stargate di Trondheim dan Waterfall di Oslo telah membangun reputasi solid di dalam peta musik R&B internasional. Meramu, membuat dan menulis lagu untuk artis-artis internasional dan artis R&B Norwegia yang terkenal seperti Mira Craig, Samsaya dan Sofian telah menciptakan komunitas yang bersemangat dan aktif, yang diakui di luar Norwegia.

Penampilan perusahaan rekaman baru dan independen juga telah memperkuat posisi Norwegia di peta musik pop. Nama-nama seperti Tellè Records, Smalltown Supersound, Racing Junior, Black Balloon Records, Moonfog, dBut Records, Beatservice, Rune Grammofon dan Trust Me telah menjadi pemasok penting band-band baru yang energik yang telah membuat mereka terkenal di dalam maupun luar negeri. Nama-nama baru tersebut sangat berfokus pada kegiatan ekspor, dan telah berhasil membangun jaringan kerja sama internasional yang solid.Oleh Pusat Informasi Musik Norwegia Musik populer atau Musik pop adalah nama bagialiran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyak bersifat komersial.

Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison, dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia.

Dipublikasi di Musik Pop | Meninggalkan komentar